Hetih's Haven

A book editor, TV junkie, and musical theatre addict.
Living in Jakarta, Indonesia.
E-mail:
hetih.rusli(at)gramediapublishers.com

Recent Tweets @hetih

newyorker:

From Caroline Hirsch at the Photo Booth: “Reading this week’s fiction piece, Julian Barnes’s ‘Homage to Hemingway,’ brought back memories of growing up in Miami, where my best friend had a six-toed cat named Tina—short for Ernestina, and purportedly a descendant of one of Hemingway’s Key West cats—and led me to discover a treasure trove of Hemingway photographs at the JFK Library. Here are some of my favorites.”

I was sooooo beyond late watching “Pitch Perfect”. By the time I finished watching it, i felt, “whooaaaa!”
Why it’s taking me so long to watch one of the superawesome movie in the 2000’s.
I love Anna Kendrick in this movie, way more than “Twilight” and more than “Up in The Air”. 
If you love musical, teen movie, or probably you missed “Glee” season 1 and 2, “Pitch Perfect” is a perfect movie for you.

“Psychopaths are not crazy. They are fully aware of what they do, and the consequences of those actions.” 

Episode “Sorbet” (1.07) memperlihatkan pesona Hannibal Lecter yang biasanya menyembunyikan kepribadiannya berlapis-lapis. “You are wearing a very well-tailored ‘person-suit’…Maybe it’s less of a ‘person-suit’ and more of a human veil,” kata Dr.Du Maurier (Gillian Anderson). Dalam episode ini juga, Hannibal mengungkapkan sisi dirinya yang manusiawi dengan kegiatan pembunuhan dan memasak segala bahan makanan yang dia “petik” sendiri. 

Tapi ucapan Dr.Du Maurier ke Hannibal yang paling mengena adalah, “You’re lonely.” Ini juga sisi manusia Hannibal yang mengingatkan kita bahwa psikopat pada dasarnya adalah manusia normal yang juga bisa kesepian.

“The sun persists in rising, so I make myself stand”
Newest poster of “Catching Fire”
I can’t wait for November 22nd!

disarikan dari kultwit @Hetih, 15 Maret 2013

Berikut ini adalah senarai nasihat dari editor Gramedia (@hetih) kepada para penulis. Silakan diresapi ya :)
1. Apa sebenarnya kerja editor itu? Apakah macam debt collector yang mengejar naskah penulis atau tiran yang semua revisinya harus dituruti?  
2. Editor dan penulis = partner kerja. Mesranya seperti suami-istri yang menghasilkan “anak” berupa buku. Harus ada kepercayaan dari kedua belah pihak  
3. Menjadi editor berarti menjadi pengambil keputusan apakah satu naskah dianggap layak terbit/tidak. Dan memberi alasannya secara logis.  
gramedia:

Kumpulan Cerpen MetroPop yang akan terbit 11 April 2013:AUTUMN ONCE MORE (Ilana Tan, aliaZalea, Ika Natassa, Lea Agustina Citra, Nina Addison, Shandy Tan, Christina Juzwar, Anastasia Aemilia, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Meilia Kusumadewi, Nina Andiana, Rosi L. Simamora)Cinta < adj >: suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat. Ada bahagia dan kepedihan dalam cinta. Cinta yang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan. Galau dan rindu pun dituturkan dalam ribuan kata di buku ini.Autumn Once More membawa kita ke banyak sisi cinta dari kumpulan pengarang, mulai dari pengarang profesional hingga editor yang harus jadi pengarang “dadakan” dan menunjukkan kreativitas mereka dalam tema abadi sepanjang masa. Inilah tumpahan rasa dan obsesi karya aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan.~ Semua royalti buku ini akan disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas untuk membantu sesama kita… 
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 232 halaman
Cover : Softcover
Harga : Rp. 40.000,- 
ISBN : 978-979-22-9471-2

Beli dong, ada cerpenku di sini. :)

gramedia:

Kumpulan Cerpen MetroPop yang akan terbit 11 April 2013:

AUTUMN ONCE MORE
(Ilana Tan, aliaZalea, Ika Natassa, Lea Agustina Citra, Nina Addison, Shandy Tan, Christina Juzwar, Anastasia Aemilia, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Meilia Kusumadewi, Nina Andiana, Rosi L. Simamora)


Cinta < adj >: suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat.

Ada bahagia dan kepedihan dalam cinta. Cinta yang terpendam menimbulkan resah, pengkhianatan pun tak lepas dari cinta, atau bahkan cinta berlebihan sehingga menyesakkan. Galau dan rindu pun dituturkan dalam ribuan kata di buku ini.

Autumn Once More membawa kita ke banyak sisi cinta dari kumpulan pengarang, mulai dari pengarang profesional hingga editor yang harus jadi pengarang “dadakan” dan menunjukkan kreativitas mereka dalam tema abadi sepanjang masa.

Inilah tumpahan rasa dan obsesi karya aliaZalea, Anastasia Aemilia, Christina Juzwar, Harriska Adiati, Hetih Rusli, Ika Natassa, Ilana Tan, Lea Agustina Citra, Meilia Kusumadewi, Nina Addison, Nina Andiana, Rosi L. Simamora, dan Shandy Tan.


~ Semua royalti buku ini akan disumbangkan ke Dana Kemanusiaan Kompas untuk membantu sesama kita… 


  • Ukuran : 13.5 x 20 cm
  • Tebal : 232 halaman
  • Cover : Softcover
  • Harga : Rp. 40.000,- 
  • ISBN : 978-979-22-9471-2

Beli dong, ada cerpenku di sini. :)

Everybody has a secret world inside of them. I mean everybody. All of the people in the whole world, I mean everybody — no matter how dull and boring they are on the outside. Inside them they’ve all got unimaginable, magnificent, wonderful, stupid, amazing worlds… Not just one world. Hundreds of them. Thousands, maybe.
Neil Gaiman

“Kemewahan itu ada ruang kosong”. Kalimat tersebut terlontar dari Agustinus Wibowo, sahabat saya si travel writer, yang sering saya bilang  sebagai “orang gila”. Karena hanya orang gila yang mau melakukan perjalanan di negara-negara perang macam Afghanistan, Pakistan, atau ke negara-negara yang sulit ditembus seperti Tibet dan negara-negara Asia Tengah yang berakhiran “stan” lain.

Saya sering bertanya apa arti kemewahan buat seorang petualang macam Agustinus.  Apakah  kemewahan berarti benda-benda koleksi yang dikumpulkannya sepanjang perjalanan? Atau angka royalti dari penjualan buku dan fotonya? Namun jawaban di atas memberi saya sebuah perspektif baru  tentang arti kemewahan.

Banyak orang menganggap kemewahan berarti benda-benda material mahal yang berhasil kita beli dengan uang yang berlimpah.  Tapi seberapa banyak kita akan merasa cukup mewah dengan apa yang sanggup kita beli? Coba kita tanyakan pada orang yang memiliki segalanya, apa arti kemewahan buat dia.

Kita menyesaki diri kita dengan segala benda materi  untuk memuaskan kulit luar.  Kita membiarkan diri kita menjadi ruang pamer bagi mata dunia.  Namun apa sebenarnya yang mengisi dalam diri kita?  Apa yang sesungguhnya menjadi kemewahan utama buat jiwa kita?

Di dunia yang selalu menawari kita dengan benda-benda materi, ruang kosong menjadi benda langka yang terlupakan. Ruang kosong akhirnya menjadi kemewahan bagi jiwa kita ketika satu hari kita menemukan bahwa ruang itulah yang membuat hati kita terisi dengan cukup.

Menghasilkan ruang kosong juga menjadi seni sendiri. Seni “melepaskan” dan merasa “cukup” dengan apa yang kita miliki jauh lebih sulit dibanding seni “menumpuk” dan “mencari”.  Kita menghabiskan sebagian besar dari 24 jam waktu kita untuk mencari bukannya menemukan. Tapi apa yang sesungguhnya kita cari? Apa pencarian terbesar kita? Apa yang membuat kita merasa kaya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut memiliki jawaban yang berbeda bagi masing-masing orang. Saya pun punya jawaban saya sendiri.  Bagi saya, ruang kosong selain merupakan kemewahan juga menjadi semacam sanctuary, tempat saya bisa berlindung dan pulang ke istana ingatan dan menikmati kemewahan tanpa batasan ruang dan waktu.

 @Hetih, 2013

Happiness is a pause between two moments of suffering.
Ajahn Brahm (via hanajibu)

vintageanchor:

“Authors like cats because they are such quiet, lovable, wise creatures, and cats like authors for the same reasons.”
Robertson Davies